Setiap pengemis; di mana pun mereka bertugas, dari mana pun asalnya, berapapun usianya, memiliki jawaban dan alasan yang sama ketika seseorang menanyakan alasan kenapa memilih pekerjaan sebagai pengemis: tentunya alasan ekonomi. Malah ‘mengemis’ secara tidak langsung sudah merupakan sebuah profesi . Jumlah pengemis makin hari makin bertambah, artinya, di antara sesama pengemis terjadi persaingan… dan ternyata tidak mudah! Jika kamu serius ingin menjadi pengemis jalanan, berikut ini beberapa tips dan trik menjadi seorang pengemis yang kreatif. 1.Bikin Spanduk Promosi adalah penting di segala bentuk usaha, begitu pula untuk mengemis. Spanduk bagi para pengemis tentunya tidak harus dipesan di digital printer. Tapi gunakan media yang ada seperti potongan kerdus, kemudian tuliskan ‘selling word’ atau kata-kata yang sekiranya mampu membuat orang kasihan. Semakin kreatif kata-katamu, semakin banyak orang yang akan melempar koin. Berikut ini contohnya. 2. Pemilihan Kostum Kostum juga sangat berpengaruh. Umumnya para pengemis mengenakan pakaian compang-camping. Tapi percaya, deh… mereka cuman dilempari koin. Pikirkan pemilihan kostum terbaik, supaya orang melemparkan lembaran uang kertas. Berikut ini contohnya. 3. Tunjukkan kelebihan atau talenta Jangan pikir orang rela melempar – meskipun cuman – koin. Tidak semuanya. Tapi jika kamu bisa menunjukkan talenta yang kamu miliki, silakan tunjukkan. Setidaknya orang akan mendapatkan tontonan murah di pinggir jalan. Berikut ini contohnya 4. Minta bantuan partner atau sahabat Bekerja sendiri terkadang sangat susah. Akan lebih baik jika kamu minta bantuan kawan atau sodara atau siapapun untuk menjalankan profesi ini. Semakin banyak kaleng, semakin banyak pemasukan, bukan?! Berikut ini contohnya 5. Pemilihan Tools atau alat bantu Untuk menjadi pengemis kreatif, kamu harus bisa memilih alat bantu mana yang bisa mendukung ‘bisnis’ ini. Saya yakin contoh di bawah tidak perlu dijelaskan lagi! Tentunya masih banyak tips dan trik yang bisa ditambahkan. Ke-5 tips di atas adalah planning saya jika suatu saat nanti saya harus memilih profesi ini. Mungkin yang sudah berpengalaman mau menambahkan? http://cahayaku-cahayamu.blogspot.com/2011/06/tips-dan-trik-menjadi-seorang-pengemis.html

Continue Reading...

Dia membingungkan Aku sedih Hati bingung merundung bingung Senandung kalbu menyeruakkan asaku Tak ku temukan klimaks Terlena dalam kecut tanpa tawa Dia menanam luka kali ini Tangisku ku rasakan tak rela karena manjamu penuh rahasia Hatiku layu Diri yang penuh dusta Mencari kesetiaan. Mencari kebahagiaan. Aku dan tangisku Terlalu sering ku merasakan apa memang aku kurang pantas untuknya Derai air mata mengawali kisahku Mengiringi di setiap langkahku Dan akankah air mata kembali yang kan mengakhiri kisahku? Cikalong, 220908

Continue Reading...

mungkin terdengar sangatlah biasa apabila mendengar kisah atau cerita tentang cinta. tapi tau kah kawan bahwa kekuatan cinta itu sangat luar biasa. Yang dapat ku ambil manfaat dari seorang pacar diantaranya: dia dapat menjadi seorang motivator bagi kuliahku, dia mampu memberiku nasehat agar aku menjadi mahasiswa yang aktif. Contohnya saja, pada saat acara MOS aku terpilih sebagai salah satu seksi acara, disana aku dituntut untuk aktif, energik, menarik dan mampu menghidupkan para peserta. Sering sekali aku berkonsultasi dengan pacarku, secara dia lebih berpengalaman dalam bidang ini. Tak ayal setiap hari memberiku wejangan. Kalaupun dia lupa, aku selalu meminta kepadanya wejangan untuk disetiap harinya. dengan senang hati dan penuh rasa sabar dia memberiku kata-kata motivasi dan bagaimana cara agar acara hari tersebut sukses dan berkesan di hati para peserta. Semua yang dia katakan ku implementasikan, yang akhirnya ku tutup acara dengan kata “kenanglah namaku”, dan memang ampuh kata-kata itu. Sampai 4 bulan dari berakhirnya acara, aku selalu saja ada yang menyapa dari ade tingkatku. Alhamdulillah…

Continue Reading...

Curhat akkhjhh… Barusan aja aku buka laptop.. Ku buka file,, disana ada foto semua panitia seminar HIV AIDS… Jadi inget dulu.. tepatnya beberapa bulan yang lalu, aku yang menelan rasa sakit disana. Awalnya memang tak ada sedikitpun menyangka bahwa setelah aku terjun di kepanitiaan malah sakit yang ku rasa. Seperti ini mulanya, pada saat itu ada undangan dari PI_R ke bagian secretariat BEM stikes M, nah, berhubung tingkat 3 yang lagi sibuk praktek, maka teh M yang waktu itu menjabat sebagai ketua BEM melimpahkannya kepada kami, anggota BEM tingkat 2, karena banyak anggota yang berminat, maka kami putuskan untuk mengocoknya saja. Nah, aku masih ingat sekali, hari itu hari jum’at, sehabis pemadatan kami lakukan pengocokan nama-nama anggota. Deg-degan yang ada. Aku memang ga benar-benar yakin dapat ikut, karena yang ku takutkan pada saat rapat nanti aku takut gak bisa datang, sedangkan yang ku tau untuk mempersiapkan seminar akbar itu perlu perencanaan dan persiapan yang matang. Dan akhirnya memang aku tidak keluar sebagai perwakilan yang ikut menjadi delegasi. Aku terima saja dan yang ada difikiranku saat itu mungkin inilah yang terbaik untuk aku. Beberapa jam kemudian hp ku bunyi, ada pesan, isinya ada seorang anggota dari lima kandidat mengundurkan diri dan aku yang ditunjuk untuk menggantikannya. Dan aku terima. Esoknya, di hari minggu selepas duhur, aku beserta empat teman yang lain yakni N, S,R,R, N, O, menghadiri rapat pertama yang bertempat di aula Stikes B. Hm,, kami naik angkot,,jalan kaki pula untuk sampai kesana. Hiks, disana di mulai dari perkenalan saja dari masing-masing stikes. Yang memimpinnya ya, anggota PI_R. aku gak hapal nama mereka satui-satu.. biarlah… aku memang ga begitu antusias untuk melakukan pendekatan seperti yang lain.. yang aku inginkan adalah, aku tau bagaimana cara berorganisasi dengan orang-orang senior yang sudah berpengalaman, agar aku tau bagaimana sih untuk membuat suatu acara dari awal sampai terlaksananya suatu acara. Rapat selanjutnya, lupa lagi dimana… Yang aku ingat pada saat rapat di kantor priangan saat itu.. sekitar jam 4 an.. aku berangkat sendiri, eh, temen2 udah masuk duluan, dan aku masuk diajak oleh salah satu panitia yang sekarang ku tau a ari.. Hm,,,selesai rapat sehabis magrib,,dan angkot kan udah ga ada,,alhasil,,saat di luar,,para panitia ini saling berkenalan, ya gitu-gitu aja sih kenalannya, Cuma nanya asal dan nama. Oia, pada saat itu udah mulai banyak desas desus tentang teman-temanku itu yang pacaran sama panitia ini itu. Ga peduli aku. Cuma kabar itu selalu aja sampai ke telingaku.hampir semua, kcuali aku dan N. Teman-temanku masing-masing punya no hp anggota panitia cowo, aku? Aku gak punya satupun. Nah, pada saat itupun aku terpaksa minta no hp anggota cowo dari N, dengan alasan aku menanyakan yang mengisi pengajiannya. Ya, yang sekarang jadi pacarku, namanya S_A. Sebatas itu saja kok gak lebih, karena aku tau dia itu lagi pedekate dengan temanku yang namanya R. Aku rasa R juga suka sama dia, jadi aku gak boleh dong jadi benalu diantara mereka. Kalau sehabis rapat pulangnya malem, aku selalu was-was karena aku mikir, aku pulang sama siapa jika mereka masing-masing pulang dengan gebetannya. Huh,,, aku hanya bisa menelan ludah. Ya, akhirnya aku pulang sama siapa sajalah anggota yang sukarela mengantar aku. Aku memang tak mereka kenal. Aku siapa? Tak ada yang tau. Pernah aku di antar sama pacarku sekarang beberapa kali, Pulang dari kantor P, nah, disana sedikit aga panjang Tanya menanya nya, tapi aku jawab seperlunya saja, Aku ingat saat di AP, R yang mendapatkan kata cinta dari a T, dan aku sama R hanya makan saja diatas. R ada pacarnya, a F,,,aku..????????????????? GAK ADA!!!!!!!!!!!!! Emang, ada rasa iri, cuman ya,,, ga begitu.. toh aku juga masih bisa pulang dan naik angkot sendiri, ia gak?? Tapi entah kenapa pada saat itu secara bersamaan a F bareng a S, dan anggota yang lain ikut ke atas. Aku berbicara seperlunya. Nah, pada saat a S mau nganterin sesuatu, aku spontan bilang, “a jangan lama2 yah, anterin aku.” Dia jawab, ia da mau nganterin sesuatu ke B tar balik lagi mungkin.” Ku lihat jam berlalu, di luar hujan gerimis… yang lain sedang asyik mengobrol… Aku sudah ingin pulang… Nah, untungnya teman-temanku gak dianterin sama pacarnya, dengan alasan hujan… selamatlah aku disana, akhirnya kami naik angkot bareng. Cepat-cepatlah ku sms a S, karena aku takut dia balik lagi ke AP untuk nganterin aku pulang. Oooppppsss,,, esoknya di telepon, dia bilang udah ditengah perjalanan menuju AP.. uuuoppjjk… maaf… Nah semenjak itu kami sering ber-sms ria… ku anggap dia sebagai guru yang selalu mengajarkanku ini itu yang aku gak tau. Tapi, dengan begitu tumbuhlah rasa suka terhadapnya. Jika tak ada kabar darinya, aku kirim pesan duluan, ya begitu.. Rasa itu tergadaikan, karena isu yang menyatakan bahwa a S sudah menyatakan cinta ke R itu benar adanya. Sakit memang. Namun biarlah, tak ada orang yang tau. A S sendiri belum jujur padaku kalau dia memang benar-benar suka pada sosok temanku itu. Sungguh beruntung dia dicintai oleh banyak cowo disana, tapi menurut ku itu malapetaka, status R kan sudah punya pacar!!! Dan entah mereka tau atau tidak. Dan acara seminar itu pun dilaksanakan.. dan yang aku tau dia benar-benar dekat sekali dengan R, temanku. Aku melihatnya sendiri. Mereka kemana-mana berdua.. dan disana aku hanya berdoa untuk kesabaran hatiku melihat semua itu. Ternyata perhatian itu bukan untukku, tapi untuk temanku!! Dan teman-temanku yang ikut seminar adalah pelita saat itu. N mengirimku pesan, mengajakku makan di meja panitia, disana aku lihat, a S sama R juga ada. Aku tak kuasa, dan aku hanya bisa membalas, “aku udah ngambil, mau makan disini dengan anak2”. teh A, I, F, … mereka bilang kalau wajahku keliatan muka yang lagi kesel. Dan aku jujur pada mereka… aku ga bisa senyum melihat hal yang bikin aku bete… Di akhir acara, dia mendekatiku.. aku menghindar.. apa2an mau kesana-mau kesini. Intinya aku kesal sekali. 3 hari ku tak menghubunginya. Pesannya tak ku balas, smsnya juga. Karena disana aku sudah memutuskan untuk menjauh saja darinya dari pada aku lebih sakit nantinya. Nah, hari ketiga itu dia mengajakku ketemu, di P dengan diantar teh R. Disana dia mulai jujur tentang perasaannya sama R. ………………………………………. Tepatnya tanggal 23 Oktober 2011, kala itu dia ada main ke kosan.. ku sambut dengan baik.. tersenyum kepadanya.. pembicaraan kami amatlah menyenangkan, sampai menyabit2 ada sehati diantarakita karena mengenakan baju yang sama, warna biru. Tapi, beberapa menit kemudian suasana menjadi semakin panas saat diantara kami menyatakan masing2 keluhan yang ada selama kami berpacaran. Ku desak supaya dia memberikan keputusan segera. Enak aja dia hanya menggantungkan status aku. Dan dengan seenaknya dia bilang kalau misalnya ada cewe yangdia suka dating, maka akan langsung ia terima dan konfirmasi kepadaku. Sakit dong kalau kaya gitu. Maka dari itu aku punya inisiatif untuk memberikan jawaban bertahan atau tidak. Akhirnya, dia mengakhiri hubungan kami. ……………………………………… namun alhamdulillah sampai sekarang, 2 november 2011 hubungan kami masih baik-baik saja. memang banyak sekali rintangan yang harus kami lalui, tapi cinta tak bisa bohong. walau ia sakit separah apapun tapi dia akan tetap kembali.

Continue Reading...

Hello world!

Welcome to Blog.com.

This is your first post, produced automatically by Blog.com. You should edit or delete it, and then start blogging!

Continue Reading...